Edaran Percepatan Perekaman KTP Elektronik Belum Diterima Disdukcapil Jepara

JEPARA – Untuk kesiapan menghadapi Pemilu serentak 2018 nanti, Kemendagri mengeluarkan surat edaran bernomor 471.13/5387/SJ yang berisi agar dalam pelayanan perekaman KTP Elektronik, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melakukan jemput bola untuk menyelesaikan proses perekaman data KTP dan cakupan kepemilikan akta.

Beberapa poin yang ditekankan Kemendagri adalah untuk mempercepat pelayanan rekam data KTP Elektronik dan kepemilikan Akta Kelahiran yang harus rampung hingga Desember 2017.

Oleh karenanya, Mendagri meminta Bupati dan Kepala dinas terkait melakukan tiga hal, yaitu pelayanan keliling perekaman e-KTP dengan jemput bola, pelayanan administrasi kependudukan pada hari libur termasuk pada Sabtu dan Minggu, serta kerjasama dengan instansi terkait guna mempercepat peningkatan hasil perekaman KTP Elektronik dan cakupan kepemilikan akta kelahiran.

Baca juga:  2015 Disdukcapil Jepara Cetak E-Ktp Lagi

Namun, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara mengaku hingga saat ini belum menerima surat edaran (SE) dari Kemendagri untuk mempercepat perekaman KTP Elektronik dan Akta Kelahiran itu.

Susetyo, Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari Kementerian Dalam Negeri. Meski demikian, katanya, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah percepatan perekaman.

“Surat tersebut sampai saat ini belum kita terima secara resmi. Maka dari itu, kita belum bisa merespon hal tersebut terutama poin kedua. Akan tetapi sebelum adanya surat tersebut kami sudah melakukan langkah-langkah percepatan,” katanya, Senin (23/10).

Baca juga:  Mesin Cetak Terbatas, Disdukcapil Jepara Terhambat Mencetak E-KTP

Langkah tersebut diantaranya melakukan perekaman KTP Elektronik ke pelosok desa melalui armada keliling sebanyak tiga kali seminggu.

Berdasarkan data per 19 Oktober 2017, di Jepara ada 849.543 orang wajib ber KTP, dari jumlah penduduk sebanyak 1.158.182 jiwa. Dari jumlah orang yang wajib ber-KTP sudah ada 822.625 orang yang merekam. Artinya tersisa 26.918 orang yang masih belum merekam datanya.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.