Curah Hujan Tinggi, Ratusan Hektar Sawah Terendam Banjir dan Terancam Gagal Panen

JEPARA – Bukan hanya tanah longsor yang terjadi di Jepara saat musim hujan tahun ini. Namun akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari ini, air juga merendam ratusan hektar sawah. Setidaknya ada 330 hektar area persawahan di Jepara yang terendam.

Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengungkapkan, jika air tidak kunjung surut, maka dikhawatirkan tanaman padi yang ada akan gagal panen. “Jika dalam seminggu ini air tidak juga surut, maka padi akan mati dan berpotensi gagal panen,” ujarnya, Selasa (6/2/2018).

Dirinya mengatakan, di Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan setidaknya ada 180 hektar sawah terendam air, di Desa Kuanyar Kecamatan Mayong ada 50 hektar, di Desa Manyargading Kecamatan Kalinyamatan ada 80 hektar, dan ratusan hektar di beberapa titik lainnya di Jepara.

Baca juga:  Sedikitnya 22 Desa Di Jepara Terendam Banjir

Menyikapi hal itu, BPBD Jepara, katanya, sudah melaporkan kejadian bencana termasuk sawah yang terendam ini ke Gubernur Jateng. Pihaknya diminta untuk mendata bersama dengan PPL Pertanian.

Dengan potensi hujan yang masih akan terus turun dalam beberapa hari ke depan, lanjut Arwin, dikhawatirkan potensi bencana akan terus muncul. Untuk itu, pihaknya terus bersiap-siap termasuk menyiapkan rumah pengungsian.

“Kita sudah menyiapkan puluhan ribu sak dan bronjong yang siap disebar ke sejumlah titik tanggul yang jebol agar potensi rendaman tidak semakin meluas,” jelasnya.

Baca juga:  Diguyur Hujan Beberapa Hari, Banjir dan Longsor Timpa Sebagian Wilayah Jepara

Lebih lanjut Arwin menyebutkan dalam proses pemberian bantuan ada dua macam yang disiapkan, yaitu kedaruratan dan pasca. Untuk logistik dasar sendiri sudah disiapkan sebanyak atau senilai Rp 70 juta.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.