Pak RT di Ngasem Buron Karena Memperkosa Penyandang Disabilitas Tetangga Sendiri

JEPARA – Sutrimo (56), warga RT 30 RW 03 Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara yang tak lain adalah Ketua RT setempat, menjadi buronan Polisi. Sutrimo kabur setelah ditetapkan menjadi tersangka sesuai dengan laporan kepolisian LP/B/114/IX/2018/Jateng/resJPR tanggal 24 September 2018.

Sutrimo ditetapkan menjadi tersangka lantaran diketahui tega memperkosa RF (25) seorang penyandang disabilitas yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.

Pendamping keluarga korban, Mulyadi, Kamis (13/12/2018) mengatakan, tindak pemerkosaan tersebut terjadi pada, Selasa (4/9/2018) bulan yang lalu, sekitar pukul 12.00 WIB di rumah tersangka.

Pada awalnya korban yang masih trauma, takut untuk menceritakan kepada orang tuanya karena mendapat ancaman dari tersangka. Namun setelah didesak, korban akhirnya menceritakan kejadian yang dialaminya.

Baca juga:  Pamit Ambil HP, HI 14 Tahun Warga Jepara Diperkosa

“Mendapatkan cerita dari korban, kemudian pihak keluarga melaporkannya kepada pihak kepolisian,” kata dia.

Korban dulunya memang sering bermain di rumah tersangka, karena rumahnya berjarak hanya sekitar 100 meter. Saat kejadian kebetulan rumah dalam kondisi sepi, hanya ada tersangka dan korban. “Korban ditarik, dan diperkosa di atas tempat tidur depan TV,” ujar keluarga korban menceritakan.

Pada awalnya ada dua saksi kejadian, yang melihat baju korban penuh dengan darah. Merasa trauma dengan baju dan pakaian dalamnya, kemudian disembunyikan oleh korban. “Kini barang tersebut sudah dijadikan barang bukti di kepolisian,” kata dia.

Baca juga:  Pamit Ambil HP, HI 14 Tahun Warga Jepara Diperkosa
Pendamping keluarga saat memberikan keterangan kepada awak media

Disampaikan, pernah ada beberapa orang yang melobi dan mengajak damai korban, namun pihak keluarga enggan dan tetap menyerahkan kepada hukum. “Harapannya tersangka segera ditangkap, dan menerima hukumannya,” kata dia.

Saat ini, kondisi korban masih mengalami trauma yang mendalam dan dijauhkan dari tempat kejadian.

Pihak keluarga korban berharap, melalui momentum Hari Penyandang Disabilitas bulan Desember ini, kasus ini bisa menjadi perhatian bersama, agar pelaku segera tertangkap dan diadili.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar

%d blogger menyukai ini: