Sebanyak 507 Perempuan Jepara Ikuti Lomba Mengukir dan Pecahkan Rekor MURI

JEPARA – Sebanyak 507 perempuan mengukir bersama pecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Pemecahan rekor ini berlangsung di gedung haji Kabupaten Jepara Sabtu pagi (27/04/19).

Yayasan Dharma Bakti Lestari juga turut mendukung pemecahan rekor Muri ini. Lestari Moerdijat sebagai Pembina yayasan ini, sebelumnya juga menggagas penyematan gelar Pahlawan Nasional untuk ratu dari Jepara, yaitu Ratu Kalinyamat.

Manager MURI, Ariyani Siregar menyampaikan, semula panitia penyelenggara mendaftarkan 250 perempuan mengukir bersama, setelah diverifikasi ternyata ada 507 perempuan.

Baca juga:  Deklarasi Anti Narkoba 20 Ribu Pelajar Jepara Pecahkan Rekor Muri

“Sekor sebelumnya 502, tapi yang mengukir campuran laki-laki dan perempuan,” ujar Ariyani usai penyerahan piagam MURI kepada panitia.

Sementara itu, Asisten III Edy Sujatmiko mewakili Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, lomba ukir dengan peserta seluruhnya wanita ini, merupakan upaya menduniakan ukiran khas Jepara agar tidak diklaim oleh daerah maupun negara lain.

Perempuan Jepara mengukir kayu di Jepara
Sebanyak 507 peserta yang keseluruhannya adalah perempuan, menunjukkan kreatifitasnya dalam mengukir kayu.

Rekor serupa sebelumnya, kata Edy, pernah diciptakan oleh Jepara tahun 2010 dengan 502 peserta, namun campuran antara laki-laki dan perempuan.

Dikatakannya, kegiatan ini sekaligus juga sebagai peringatan Hari Jadi Ke-470 Jepara. Pemecahan rekor ini melibatkan berbagai asosiasi pelaku industri perkayuan. Diantaranya Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Asosiasi Perajin Kayu Jepara (APKJ), serta melibatkan para sesepuh ukir se-Jepara.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar

%d blogger menyukai ini: