Ratno Lukito: Ratu Kalinyamat Tidak Sekedar Dongeng Legenda

JEPARA – Pusat Studi Ratu Kalinyamat Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, bersama Tim Kajian Ratu Kalinyamat, Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL), rampung menyusun draf naskah akademik pengusulan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional.

Di hadapan sejarawan, budayawan, guru sejarah, tokoh masyarakat, draf naskah akademik dipaparkan di Pasca Sarjana Unisnu.

Ketua Tim Kajian Ratu Kalinyamat YDBL, Ratno Lukito menyampaikan, penyusunan naskah akademik dilakukan oleh sejarawan dan arkeolog.

Itu untuk membuktikan bahwa Ratu Kalinyamat tidak sekedar dongeng dan legenda. Ratu Kalinyamat merupakan tokoh sejarah.

“Kenapa proposal yang dulu tidak berhasil, karena tidak bisa menjawab itu. Tim akademik ini bekerja secara ilmiah, keilmuan, bahwa Ratu Kalinyamat itu tokoh historis,” ujar Ratno, Selasa (20/08/2019).

Baca juga:  Gelar Pahlawan Nasional Untuk Ratu Kalinyamat Dianggap Bisa Menjadi Semangat Untuk Bangsa

Tim akademik yang dipimpin Ratno area kerjanya meliputi Jepara dan Jakarta. Juga mencari sumber-sumber primer hingga Portugis. Tiga buku klasik dari portugis telah selesai dianalisis dan diterjemahkan.

“Ketiga buku primer tersebut kami peroleh dari perpustakaan Universitas Lisbon, Portugal, yang selama ini menjadi sumber rujukan para penulis sejarah Nusantara oleh para penulis Barat,” kata Ratno.

Anggota tim kajian akademik, Chusnul Hayati menambahkan, ketertarikannya meneliti Ratu Kalinyamat sejak tahun 1995. Menurutnya, Ratu Kalinyamat merupakan tokoh perempuan luar biasa. Sepak terjang Ratu Kalinyamat menurutnya melebihi perjuangan pahlawan perempuan lainnya dari Jepara, yaitu Raden Ajeng Kartini.

Baca juga:  Ratu Kalinyamat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional Bidang Kemaritiman dan Pemerintahan Perempuan

“Ratu Kalinyamat benar-benar tokoh historis. Jangan hanya dijadikan tokoh legenda. Jangan hanya menjadi fenomena sastra dan folklore,” ungkap Chusnul.

Perwakilan YDBL, Edi Hidayat menyatakan, pihaknya memfasilitasi pengusulan Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai kejuangan Ratu Kalinyamat bagi kesejahteraan masyarakat.

Sedikitnya ada lima nilai keutamaan yang dapat digunakan sebagai pengembangan masyarakat. Maka perlu dilakukan determinasi terhadap nilai-nilai Ratu Kalinyamat dengan pelbagi tafsir politik, kepentingan politik, dan ideologi untuk kesejahteraan umat.

“Lima nilai itu yaitu, leadership, kewirausahaan, seni-budaya, kesetaraan dan kesatuan dan persatuan bangsa. Lima nilai itu merupakan kontrak masyarakat Jepara dan Indonesia dalam membangun dan membentuk karakter ke-Indonesiaan,” pungkas Edi.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.