Ketua Forum Nelayan Jepara Dukung Penambangan Pasir Laut Untuk Tol Semarang-Demak

Jepara – Forum Nelayan Jepara (FORNEL) mengaku tak keberatan dengan adanya rencana penambangan pasir di wilayah perairan Balong, Kec. Kembang, Kabupaten Jepara. Meski selama ini dirinya menerima ajakan untuk menolak rencana aktivitas pengerukan laut itu.

Hal itu disampaikan ketua Fornel Jepara Sholikul Hadi. Menurutnya, sikap pro dan kontra di kalangan masyarakat pasca konsultasi publik (16/03/2021) yang dilakukan perusahaan penambang pasir dengan masyarakat sekitar dan kelompok nelayan merupakan sikap yang umum.

“Semua ini kami anggap satu hal yang sangat baik, karena masyarakat tidak apatis dalam melihat dan mendengar suatu perkembangan informasi tentang pembangunan. Apalagi ini proyek strategis nasional, pasti akan menimbulkan sikap pro dan kontra,” ujarnya Minggu (28/03/21).

Ia menyebut bahwa setiap aktifitas penambangan pasti akan memiliki dampak, baik penambangan di darat, di laut maupun di atas pegunungan. Namun jika dikelola dengan baik tentunya dampak itu dapat diminimalisir.

Baca juga:  Perusahaan Penambang Pasir Laut Untuk Tol Semarang-Demak Akan Beri Kompensasi

“Perusahaan penambang pasti sudah memperhitungkan dampak dan bagaimana cara meminimalisir, apa lagi ini untuk kebutuhan proyek strategis nasional,” jelasnya.

Adanya pembangunan infrastruktur tentunya memberi dampak pada sektor ekonomi yang nantinya memberikan manfaat masyarakat luas.

“Hari ini laut kita mengandung pasir, sementara bangsa kita sedang membangun infrastruktur guna meningkatkan perekonomian bangsa, sekaligus untuk bisa bersaing sejajar maju seperti bangsa-bangsa lain didunia,” katanya.

Ia juga mengapresiasi sikap perusahaan yang mau menerima masukan dari masyarakat dan nelayan.

“Namun satu hal yg tak boleh dilupakan oleh perusahaan, adalah tanggung jawab perusahaan,” tandasnya.

Baca juga:  Perusahaan Penambang Pasir Laut Untuk Tol Semarang-Demak Akan Beri Kompensasi

Solikhul menyayangkan adanya penggiringan opini dalam berbagai pemberitaan yang membuat seolah-olah masyarakat menolak adanya penambangan pasir laut tersebut.

“Jika masyarakat  itu telah menjatuhkan sebuah pilihan, dalam hal ini rencana tambang pasir laut tidak bisa  diberhentikan begitu saja ketika nelayan setempat telah memberikan ruang atau ijin untuk dilakukannya kegiatan pertambangan tersebut,” ujarnya.

Dengan tegas, dirinya mengatakan mendukung rencana penambangan pasir laut di perairan Jepara untuk pembangunan proyek tanggul tol laut Semarang-Demak.

“Saya nelayan, hari ini saya katakan tambang pasir ini harus segera bisa jalan. Saatnya kita berpikir positif, jangan terus dihantui pikiran yg picik. Alam ini ada yg mengendalikannya. Tidak semua tambang akan menyebabkan bencana,” tandasnya.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terima Pemberitahuan    OK No thanks