Perusahaan Penambang Pasir Laut Untuk Tol Semarang-Demak Akan Beri Kompensasi

JEPARA – Perusahaan penambang pasir laut yang akan melakukan penambangan di perairan pantai Balong Kec. Kembang, Kab. Jepara berjanji akan memberikan kompensasi kepada nelayan dan Desa terdampak.

Dari data yang dimiliki perusahaan setidaknya ada 1200 Perahu dan 3000 nelayan terdampak yang akan menerima kompensasi tersebut. Hal itu disampaikan Hasan direktur PT. Energi Alam Lestari, Jumat (26/03/2020).

“Untuk nelayan yang terdampak tentunya akan menerima kompensasi dalam bentuk CSR yang besarannya ditentukan sesuai dengan masing-masing kelompok nelayan,” ujar Hasan.

Tak hanya pada kelompok nelayan, kompensasi juga akan diberikan kepada Desa yang terdampak, baik akibat abrasi yang sudah ada atau abrasi dari aktivas penambangan perusahaannya.

Baca juga:  Ketua Forum Nelayan Jepara Dukung Penambangan Pasir Laut Untuk Tol Semarang-Demak

Setelah selesainya proyek (pasca tambang),  perusahaan juga akan menggandeng sejumlah pihak untuk kembali mengembalikan fungsi lingkungan alam maupun sosial.

“Kami juga ada kegiatan pasca tambang, yang akan dibiayai oleh perusahaan. Dengan menggandeng tokoh nelayan, pemerhati lingkungan yang ada di kabupaten Jepara, LSM kelautan dan  dinas-dinas terkait untuk melakukan penanaman mangrove, rumpon atau aktivitas pasca tambang lainnya, misalkan penanaman terumbu karang,” jelasnya.

Selain itu ia juga menjelaskan, aktivitas penambangan akan dilakukan dengan jarak terdekat 4 mil dari bibir pantai dan terluar 6 mil dengan kedalaman laut 30 meter. Penambangan dilakukan dengan menggunakan kapal Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD).

“Yang kita ambil hanya pasir urug, bukan pasir besi atau karang,” katanya.

Baca juga:  Ketua Forum Nelayan Jepara Dukung Penambangan Pasir Laut Untuk Tol Semarang-Demak

Alasan dipilihnya perairan Jepara sebagai bahan material urugan reklamasi proyek tanggul laut tol Semarang-Demak adalah berdasar hasil dari kajian dan survey yang dilakukan perusahaanya di perairan laut Jawa Tengah. Menurutnya, hanya perairan Jepara yang memenuhi syarat.

“Kami sudah melakukan survey di perairan kendal, Semarang dan Demak. Hanya perairan Jepara yang pasir lautnya sesuai dengan spek proyek pekerjaan tersebut,” ungkapnya.

Seperti diketahui, rencana aktivitas pengerukan pasir laut di perairan Jepara ini nantinya akan digunakan untuk reklamasi proyek tanggul laut tol Semarang-Demak yang juga berfungsi untuk mengurangi banjir rob di jalan pantura.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terima Pemberitahuan    OK No thanks