Radio Aslinya Jepara

Dian Kristiandi Ajak Masyarakat Tidak Takut Menangkan Ganjar – Mahfud

JEPARA – Mantan Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengajak pendukung pasangan calon presiden Ganjar Pranowo – Mahfud MD untuk tidak takut memenangkan pasangan nomor urut 3 itu. Tidak hanya takut menjadi korban intimidasi, tapi juga tidak usah takut tak mendapat bantuan pemerintah.

 

Di hadapan pendukung Ganjar – Mahfud yang bukan kader PDI Perjuangan itu, Dian Kristiandi, menyampaikan apa yang terjadi di Gunung Kidul belum lama ini tidak perlu direspon dengan rasa takut. Pendukung pasangan calon presiden yang diusung PDI Perjuangan harus terus bergerak semampu dan sekuat tenaga serta pikiran.

 

“Yakinlah Anda-anda semua tidak sendirian, di masyarakat banyak saudara-saudara kita yang akan mendukung dan juga ikut bergerak bersama-sama memenangkan pasangan yang sama-sama kita dukung, Ganjar – Mahfud,” ujar politisi PDI Perjuangan yang niasa disapa Mas Andi itu.

 

Ketakutan lainnya yang dirasakan masyarakat adalah terkait bantuan sosial dari pemerintah. Andi menyakinkan, bahwa bantuan sosial dari pemerintah untuk masyarakat ketika pasangan Ganjar – Mahfud terpilih menjadi presiden akan terus bergulir. Bahkan, jumlahnya bisa bertambah.

 

“Bantuan itu dari pemerintah, bukan Pak Jokowi. Jadi kalau pasangan Ganjar – Mahfud terpilih bantuan masih terus jalan, jadi tidak usah khawatir,” kata Andi.

 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara, Anda Wahyu Triyanto, menyampaikan seluruh elemen PDI Perjuangan akan terus mensosialisasikan program-program pasangan calon presiden nomor 3. Kelompok-kelompok masyarakat dan relawan terus bergerak dari pintu ke pintu rumah-rumah warga.

 

“Mari bersama-sama bergerak. Kekuatan kita ya, ini,” ujar Andang.

 

Salah satu pendukung pasangan Ganjar – Mahfud, Fatkhur, menyampaikan secara suka rela akan terus berkampanye ke kelompok-kelompok kecil masyarakat. Tokoh agama dari Desa Somosari itu juga mengajak kyai-kyai di pelosok desa untuk mendukung Ganjar – Mahfud.

 

“Di rumah saya sudah saya pasangi spanduk, kebetulan rumahnya dekat dengan musala. Kemarin disuruh nyopot pengawas dan aparat, ya saya tidak mau. Saya pasang-pasang sendiri di rumah saya sendiri bukan di musala kok disuruh nyopot,” kata Fatkhur.

Comments
Loading...