Anak Berkebutuhan Khusus Harus Dapat Perhatian Khusus

Ilustrasi Anak Bekebutuhan Khusus
Ilustrasi Anak Bekebutuhan Khusus

Masih banyaknya anak berkebutuhan khusus usia 0-18 tahun yang belum mendapatkan perhatian, TP. PKK Kabupaten Jepara bekerjasama dengan TP. PKK Provinsi Jawa Tengah dan Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan koordinasi pengembangan pada penguatan jejaring pendidikan khusus melalui penyuluhan tentang ABK di Pendopo Kabupaten Jepara belom lama ini. Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta dari anggota TP. PKK Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/desa dan dari Dinas Dikpora Kabupaten Jepara.


Kepala Seksi Pembinaan dan Evaluasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Ny. Marfuah, menyampaikan Fasilitas dan pelayanan pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus harus mendapat perhatian khusus agar mereka dapat meningkatkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya, terutama sebagai bekal bagi mereka agar bisa menjalani hidup dengan sewajarnya.

Baca juga:  Penarikan Retribusi Wisata Karimunjawa Sudah Sesuai Perda

ABK sendiri lanjutnya adalah klasifikasi untuk anak dan remaja secara fisik, psikologis atau sosial yang mengalami masalah serius dan menetap. Anak berkebutuhan khusus ini dapat diartikan mempunyai kekhususan dari segi kebutuhan layanan kesehatan, kebutuhan pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, pendidikan inklusi, dan kebutuhan akan kesejahteraan sosial dan bantuan sosial. Ada beberapa jenis ketunaan, yakni tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, tuna laras, kesulitan belajar, anak cerdas dan bakat istimewa, autisme, hiperaktif, gangguan aktivitas motorik sehingga anak jadi berlebihan dan indigo yakni manusia yang sejak lahir punya kelebihan khusus yang tidak dipunyai manusia pada umumnya.

Baca juga:  Main Pukul Tanpa Sebab Seorang Warga Dilaporkan Polisi

“Pada kegiatan ini, selain memberikan penyuluhan bagaimana melakukan pendataan terhadap ABK usia 0-18 tahun yang belum bersekolah, juga disampaikan materi tentang Deteksi Dini dan Karakter ABK” ungkapnya.

Marfuah menambahkan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi pengetahuan kader PKK dalam mengenal, memahami, mengidentifikasi karakter dan perkembangan anak berkebutuhan khusus serta menjaring data anak berkebutuhan khusus yang belum sekolah di wilayahnya masing-masing. Dari data yang berhasil dikumpulkan tersebut, diharapkan bisa menjadi acuan bagi Pemerintah untuk menyusun program-program yang terkait dengan upaya peningkatan potensi ABK.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.